Juni 13, 2024

diksinews

Membuat Kata Jadi Lebih Bermakna

Wujudkan Permukiman Cantik dan Bersih, DPRKP Kabupaten Serang Lakukan Peningkatan Kualitas Kawasan Kumuh

2 min read

Pemerintah Kabupaten Serang melalui Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DPRKP) Kabupaten Serang terus melakukan peningkatan kualitas kawasan permukiman kumuh di enam titik wilayah. Keenam titik tersebut di antaranya di Desa Tejamari, Desa Pabuaran, Desa Dahu, Desa Pelamunan, Desa Kebon Cau, dan Desa Bandung.

Kepala DPRKP Kabupaten Serang Okeu Oktaviana mengatakan, peningkatan kawasan kumuh permukiman menjadi bersih dan indah menjadi titik fokus Pemkab Serang. “Penanganan ini telah kami lakukan Penyusunan dokumen RP3KP (Rencana Pembangunan dan Pengembangan Perumahan dan Kawasan Permukiman) dalam acuan operasional serta arahan bagi Pemda dalam rangka pembangunan dan pengembangan di kawasan kumuh,” kata Okeu.

Okeu menyebutkan, selain penataan lingkungan kawasan kumuh, drainase dan jalan lingkungan sebagai penunjang aktivitas masyarakat turut dibangun di 11 lokasi, di antaranya jalan paving block Desa Pabuaran, Tirem, Sindang karya, Tambang Ayam, Petir, Kebon Cau, Garut, Kopo, Kubang baros serta drainase lingkungan di desa Pabuaran, Malabar, dan Bandung.

Data tahun 2022, luas kawasan kumuh di Kabupaten Serang mencapai 2.490,45 hektar denagn 181 kawasan atau 1,7 persen dengan dari luas wilayah Kabupaten Serang. Terdiri dari 110 kawasan atau 1.532,75 hektar (62 persen) di perkotaan dan 71 kawasan atau 957,7 hektar (38 persen) ada di pedesaan. Adapun kewenangan penanganan Kabupaten Serang 58 persen atau 420,30 hektar, Provinsi Banten 63 kawasan atau 777,10 hektar, kewenangan Pusat 60 kawasan atau 1.293,15 hektar. Pada tahun 2023, DPRKP Kabupaten Serang juga berencana menata 11 titik jalan lingkungan dan membangun saluran drainase.

BACA JUGA  Pj Gubernur Banten Al Muktabar Hadiri Misi Dagang dan Investasi Provinsi Jatim

Kepala DPRKP Kabupaten Serang Okeu Oktaviana

“Tingkat kekumuhan yang sedang sebanyak 314,2 hektar (13 persen), kategori ringan 2.102,3 hektar (84 persen), dan sudah ditangani 73,95 hektar (3 persen),” jelasnya.

Kriteria Kawasan Kumuh

Sementara itu, Sekretaris DPRKP Kabupaten Serang Mohammad Hanafiah menambahkan, ada tujuh kriteria kawasan kumuh yang menjadi acuan untuk ditata. Pertama, kondisi bangunan tidak teratur, padat, dan tidak sesuai dengan persyaratan teknis. Kedua, cakupan jalan lingkungan dan kualitas permukaan jalan lingkungan.

Bupati Serang Ratu Tatu Chasanah

Ketiga, ketidaktersediaan akses aman air minum dan tidak terpenuhinya air minum. Keempat, drainase tidak mampu mengalirkan air limpasan, kualitas konstruksi buruk. Kelima, system pengelolaan air limbah tidak sesuai standar teknis dan prasarana serta sarana pengelolaan air limbah tidak sesuai teknis.

Wakil Bupati Serang Pandji Tirtayasa

Keenam, sarana dan prasarana serta system persampahan tidak sesuai standar teknis. Ketujuh, ketersediaan prasarana dan sarana proteksi kebakaran.

“Penataan kawasan kumuh sangat penting sebagai penunjang hidup sehat. Kami fokus menciptakan lingkungan bersih,” pungkasnya.[Adv]

BACA JUGA  Tokoh Masyarakat Nilai Benyamin-Pilar Pasangan Paling Pas Pimpin Tangsel

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *