Juli 12, 2024

diksinews

Membuat Kata Jadi Lebih Bermakna

Tahun Ini, DPRKP Kabupaten Serang Bakal Anggarkan 10 Unit Rumah Terdampak Bencana

2 min read

Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DPRKP) Kabupaten Serang menyebutkan tahun 2023 pembangunan terdampak bencana alam yang dianggarkan 10 unit rumah. Namun, untuk mekanisme pembangunan rumah terdampak bencana tersebut masih dalam pembahasan dengan OPD terkait.

Kepala DPRKP Kabupaten Serang Okeu Oktaviana mengatakan, pihaknya masih belum ada titik temu terkait mekanisme pembangunan rumah terdampak bencana. Sebab terkendala dengan masalah definisi. Terutama dalam menentukan penetapan status kebencanaan. Sebab bencana yang sering terjadi di Kabupaten Serang merupakan bencana dengan lingkup kecil.

Kepala DPRKP Kabupaten Serang Okeu Oktaviana

“Memang definisi bencana ini bahwa harus dilakukan dulu penetapan bencana dan pasca bencana lebih dulu,” ujarnya.

Untuk penanganan di DPRKP sebenarnya skupnya kecil. Pada saat ada Bencana puting beliung, atau kebakaran hanya terjadi pada satu atau dua rumah. Sehingga sangat tidak mungkin untuk jadi status bencana.

“Itu yang belum ada titik temu. Belum menemukan aturan hukumnya seperti apa,” ucapnya.

Akan tetapi, kata dia, belum lama ini pihaknya juga sudah berkoordinasi dengan Kepala BPBD Kabupaten Serang dan BPBD Provinsi Banten yang mengatakan hal itu bisa dilakukan.

BACA JUGA  Kentang BBQ dengan Daun Bawang

Bupati Serang Ratu Tatu Chasanah

Oleh karena itu pihaknya akan duduk bersama dengan BPBD, Inspektorat dan bagian hukum agar bisa merealisasikan kegiatan tersebut yang tentu harus ada dasar payung hukum yang menaunginya.

Wakil Bupati Serang Pandji Tirtayasa

“Dari 10 rumah unit itu mencakup 5 unit rumah baru dan 5 unit rehabilitas,” ucapnya.

Untuk diketahui pada tahun 2023 DPRKP Kabupaten Serang memiliki 10 kuota perbaikan rumah korban bencana yang di biayai dari APBD Kabupaten Serang. Ada dua kategori yang akan mendapat bantuan rumah tersebut. Pertama rusak sedang mendapat Rp 12 juta sedangkan rusak berat mendapat Rp 40 juta berupa material dan ongkos tukang.[Adv]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *