July 30, 2021

diksinews

Membuat Kata Jadi Lebih Bermakna

Pola Ganjil Genap di Pelabuhan Merak – Bakauheni Dicabut

2 min read

Direktorat Jenderal Perhubungan Darat (Dirjen Hubdar) pada Kementerian Perhubungan (Kemenhub) secara resmi mencabut kebijakan seputar penerapan Ganjil/Genap di lintas penyeberangan Merak-Bakauheni. Hal ini diungkapkan oleh Direktorat Jenderal Perhubungan Darat pada Kemenhub Chandra Irawan.

“Pencabutan imbauan ganjil/genap ini tertuang dalam surat bernomor AP.201/1/13/DJPD/2019 mengenai Pencabutan Imbauan Pemberlakuan Tanda Nomor Kendaraan Ganjil/Genap Selama Masa Angkutan Lebaran Tahun 2019 (1440 H) di Lintas Penyeberangan Merak-Bakauheni,” kata Chandra melalui siaran press yabg diterima wartawan, Kamis (30/5/2019).

Pada surat  tertanggal 29 Mei tersebut, resmi dinyatakan bahwa surat sebelumnya mengenai pemberlakuan ganjil/genap di Merak-Bakauheni dicabut dan tidak berlaku lagi. Surat mengenai pencabutan tersebut dialamatkan kepada Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Wilayah VI Provinsi Bengkulu & Lampung, BPTD Wilayah VIII Provinsi Banten, Dirut PT. ASDP Indonesia Ferry, Ketua Umum DPP Gapasdap, serta Ketua Umum DPP INFA.

Chandra juga menerangkan, pencabutan kebijakan ganjil/genap ini akan diinformasikan oleh pihak Ditjen Hubdat kepada masyarakat melalui media massa agar diketahui segera oleh masyarakat luas.

BACA JUGA  Tatu-Pandji Pemimpin Kabupaten Serang Terpilih, Pilkada Rawan Terbantahkan

“Pembatalan ganjil/genap tersebut karena adanya kebijakan diferensiasi tarif di lintas penyeberangan Merak-Bakauheni yang berlaku pada 30 Mei – 3 Juni di Pelabuhan Merak dan tanggal 7-10 Juni di Pelabuhan Bakauheni,” ujar Chandra.

Adanya kebijakan diferensiasi tarif ini guna mencegah penumpukan calon penumpang pada waktu malam hari. “Sehingga penumpang dapat terdistribusi pada beberapa pilihan waktu keberangkatan,” tuturnya.

Sementara itu, pencabutan kebijakan ganjil/genap mendapat apresiasi dari sejumlah penumpang di Pelabuhan Merak. “Memang harusnya di cabut, sebab pola ganjil/genap malah akan memperburuk keadaan, bukan memperbaiki,” ungkap Supardi, salah satu penumpang.

Bahkan, penumpang lain mengaku mudik cepat-cepat untuk menghindari ganjil/genap, seperti yang diungkapkan oleh Nasution, salah satu penumpang Pelabuhan Merak. “Karena kita keluarga ada beberapa mobil, kan tidak sama platnya. Sementara kami ingin pergi bersama-sama,” ujarnya.[]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *