Tue. Oct 20th, 2020

diksinews

Membuat Kata Jadi Lebih Bermakna

Pengamat Nilai Kampanye Corat-Coret Kotori Kota

1 min read

Pengamat politik dari Lembaga Survei Konsep Indonesia Sapraji menilai kampanye corat-coret yang dilakukan simpatisan pasangan calon wali kota dan wakil wali kota Tangsel Muhammad-Saras tidak elegan.

Sekedar diketahui, sejumlah simpatisan Muhammad-Saras menuliskan dukungan melalui tulisan pilok di sejumlah spanduk. Tulisan dukungan itu kemudian dipasang di sejumlah titik sudut kota.

Sapraji menilai, aksi simpatisan Muhammad-Saras itu merupakan tindakan yang mengotori ruang publik. Karena, spanduk dicorat-coret dengan nama Muhammad-Saras itu berserakan di sejumlah titik.

Menurutnya, pada awalnya para simpatisan mungkin ingin melakukan strategi dukungan publik. Namun, ia menilai strategi itu malahan menjadi blunder.

“Ini adalah merupakan strategy agar publik seolah dari bawah mendukung. Namun alih alih mendapat dukungan cara ini dianggap mengotori ruang publik,” ujarnya.

Seharusnya, kata dia, para simpatisan Paslon melakukan model kampanye dengan cara elegan. Bukan malah melakukan kampanye dengan cara mengotori kota.

Menurutnya, model kampanye seperti itu tidak patut untuk ditampilkan ke publik. Karena, akan mencontohkan hal yang tidak baik kepada masyarakat. “Sebagai figur publik, tentu harus memberikan contoh yang baik kepada masyarakat,” ucapnya.[Mat-diksi]

BACA JUGA  Permohonan Diterima, Reza Artamevia Jalani Rehabilitasi Ketergantungan Narkoba

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *