Juli 12, 2024

diksinews

Membuat Kata Jadi Lebih Bermakna

Pacu Produksi Padi, DKPP Kabupaten Serang Kembangkan Padi Gogo

2 min read

Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian atau DKPP Kabupaten Serang terus berkomitmen dan memacu para petani untuk meningkatkan produksi padi, tak hanya di lahan pertanian tetapi juga di lahan-lahan perkebunan. Sesuai arahan Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman dan Direktur Jenderal Perkebunan (Dirjenbun) Andi Nur Alam Syah, DKPP Kabupaten Serang mulai mengembangkan Padi Gogo dan Bio salin.

Penanaman Padi Gogo dan Bio Salin dilakukan DKPP Kabupaten Serang sebagai upaya untuk memperluas areal penanaman padi. Tujuan dari penanaman Padi Gogo dan Bio Salin agar produksi padi di Kabupaten Serang bisa terus meningkat.

Kepala DKPP Kabupaten Serang Suhardjo mengatakan saat ini pihaknya masih terus mengejar target penanaman padi. Salah satunya mempercepat tanam padi, kemudian bagi yang sudah panen saat ini diminta segera tanam lagi.

“Tanam padi ini merupakan solusi strategis dalam menghadapi tantangan dampak akibat El Nino dan darurat pangan yang dihadapi petani maupun masyarakat luas. Jadi diharapkan hasil dari produksi ini nantinya bisa memenuhi kebutuhan pangan nasional,” ujarnya.

BACA JUGA  Benyamin Ajak Warga Peduli Lingkungan

Ia mengatakan dalam perluasan lahan salah satu upayanya dengan menanam Padi Gogo. Dimana sebelumnya sudah dilakukan di Desa Bandulu Kecamatan Anyer. “Itu satu upaya kita dalam rangka menambah luasan panen, dan dari IP0 jadi IP100 yang IP100 jadi IP200, IP200 jadi IP300,” ucapnya.

Ia mengatakan Padi Gogo ditargetkan dapat ditanam hingga 233 hektare di Kabupaten Serang. Dimana wilayahnya tersebar di beberapa titik seperti di Anger, Cinangka, Mancak.

“Pokoknya di daerah yang ada dibawah pohon kelapa atau pohon kopi dan sebagainya kita tanam Padi Gogo. Kalau Padi Gogo gak pakai semai langsung pakai tunjang,” ujarnya.

Kemudian pihaknya juga melakukan ujicoba padi bio salin. Dimana hal tersebut dilakukan sebagai upaya untuk perluasan cakupan tanam di wilayah Pantura. “Biasanya di daerah pantura itu kalau kemarau air laut masuk kita dengan padi bio salin bisa toleransi terhadap air asin,” ucapnya.

Diharapkan kata dia wilayah Pantura yang biasanya panen setahun sekali jadi bisa 2-3 kali dengan padi bio salin. Sebab begitu air laut masuk ke sawah petani tetap bisa tanam padi karena padinya sudah bisa adaptasi dengan air asin. “Ini sudah ujicoba dan sudah tertanam 120 hektare, seperti di sekitar Lebak wangi nanti kalau hasilnya maksimal kita kembangkan lebih luas lagi,” katanya.[Adv]

BACA JUGA  Kenapa Selebriti Lebih Rentan Depresi dan Bunuh Diri?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *