October 28, 2021

diksinews

Membuat Kata Jadi Lebih Bermakna

Mengenal Babirusa, Hewan Mitos di Maluku yang Akhirnya Ditemukan

3 min read
Wujud asli babirusa untuk pertama kalinya berhasil direkam dalam kondisi hidup. Hewan yang dikira masyarakat selama ini hanya mitos itu terekam dari kamera jebak yang dipasang di kawasan Suaka Alam Masbait, Pulau Buru, Maluku.

Kepala Tim Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Maluku Danny H Pattipeilohy mengatakan pihaknya melakukan survei babirusa hampir setiap tahun.

“Namun yang kita temukan sebelumnya hanya jejak, kemudian kotoran, kemudian dia punya tempat kubangan di habitatnya,” katanya mengutip Antara.

Spesies Babyrousa babyrussa tersebut sifatnya senang mengisolasi diri cukup jauh dan rata-rata ditemukan di dataran tinggi, sehingga warga setempat hampir tidak pernah melihatnya.

Informasi dari masyarakat setempat, babirusa dianggap sebagai mitos dan mereka yang melihatnya di hutan-hutan pada perbukitan dan pegunungan menganggap kemunculannya untuk menunjukkan jalan keluar bagi orang yang tersesat di sana.

“Bagi masyarakat setempat Babirusa dianggap mitos, karena warga di sana banyak yang tidak pernah melihat langsung babirusa,” katanya.

Menurut Danny, Suaka Alam Masbait di Pulau Buru kondisi alamnya masih sangat baik dan banyak sumber makanan untuk satwa. Dirinya meyakini hal tersebut menjadi tanda baik bahwa babirusa di kawasan itu bisa hidup dan berkembang biak dengan aman.

BACA JUGA  Pemkot Dan BPTJ Gelar Tes Rapid Antigen di Terminal Poris Plawad

Meski begitu, BKSDA Maluku belum bisa memastikan jumlah populasi babirusa di kawasan tersebut. Mereka masih dalam proses analisa dan butuh waktu yang cukup lama untuk mengetahui jumlah pasti populasi satwa tersebut.

“Perlu beberapa kali analisis pengambilan gambar dan video supaya kita bisa lakukan sensus per individu,” katanya.I

Ia mengatakan foto yang didapat tersebut sangat penting karena merupakan bukti pertama penemuan atas survei intensif yang dilakukan sejak tahun 1995.

Survei di tahun 1995 belum pernah menemukan babirusa secara langsung, kecuali jejaknya. Dengan adanya penemuan tengkorak satwa liar tersebut oleh seorang pemburu di sekitar Gunung Kapalatmada, Pulau Buru, pada 1997 maka terkonfirmasi pulau tersebut sebagai salah satu habitat babirusa maluku.

Tidak adanya bukti pertemuan secara langsung, bahkan dalam survei intensif BKSDA Maluku di kawasan konservasi pada 2011-2013, membuat keberadaan babirusa di Pulau Buru sering dianggap mitos.

Mengenal Babirusa

Babirusa (Babyrousa spp.) merupakan satwa endemik Wallace. Region ini dihuni tiga jenis babirusa yaitu babirusa sulawesi (Babyrousa celebensis) yang sebarannya berada di Pulau Sulawesi dan babirusa togean (Babyrousa togeanensis) menyebar di beberapa pulau di Kepulauan Togean.

BACA JUGA  Penuh Haru, Pemkab Serang Kembali Luncurkan Program Kuliah Gratis

Selain itu ada babirusa maluku (Babyrousa babyrussa) yang sebarannyateridentifikasi meliputi Kepulauan Sula, yaitu Pulau Mangole, Taliabu,serta Buru.

Babyrousa spp.termasuk dalam Apendiks I CITES, artinya spesimennya dilarang untuk diperdagangkanbaik dalam bentuk hidup dan atau mati dan atau bagian-bagian serta produk turunannya. Satwa liar tersebut juga termasuk dalam daftar IUCN Red List sebagai jenis-jenis yang terancam punah dengan kategorivulnerable.

Secara nasional, jenis babirusa tersebut termasuk dalam jenis dilindungi sesuai Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 1999 tentang Pengawetan Jenis Tumbuhan dan Satwa, sebagaimana lampirannya diubah melalui Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor 106 tahun 2018, yang menegaskan bahwa jenis babirusa dilindungi oleh peraturan perundangan.

Direktur Konservasi Keanekaragaman Hayati Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Indra Exploitasia menyampaikan apresiasi atas upaya dan kerja keras Tim Balai KSDA Maluku dalam upaya memperoleh bukti nyata keberadaan babirusa yang merupakan Satwa Prioritas Nasional yang dilindungi secara penuh sejak 1931.

Selain rekaman foto Babirusa, kamera jebak yang dipasang oleh BKSDA Maluku ternyata juga menangkap beberapa gambar jenis satwa lain seperti gosong maluku (Eulopia wallacei), burung arika (Gallicrex cinerea), gosong kelam (Megaphodius freycinet buruensis), musang/rase (Viverra tangalunga), biawak (Varanus salvatori), rusa timor (Rusa timorensis), dan babi hutan sulawesi (Sus celebensis).[]

BACA JUGA  Meriah, Festival Tasikardi Siap Diagendakan Rutin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *