September 24, 2021

diksinews

Membuat Kata Jadi Lebih Bermakna

Maksimalkan Penegakan dan Sosialisasi Perda, Satpol PP Kabupaten Serang Tutup Tempat Hiburan Malam

3 min read

Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Serang terus berupaya memaksimalkan penegakan dan sosialisasi Peraturan Daerah (Perda), salah satunya dengan menggandeng Linmas di desa.

Kepala Dinas Satpol PP Kabupaten Serang Adjat Sudrajat mengatakan, di tahun 2021 ini penegakan Perda dilakukan satu bulan sekali kaitannya dengan pasus, seperti di pasar, tempat wisata dan bangunan liar.

“Pada tahun 2021 ini, Linmas kita jadikan TBO (Tenaga Bantuan Operasi). Jadi Linmas membantu pelaksanaan Satpol PP,” ucap Adjat baru-baru ini.

Adjat menambahkan, pihaknya sudah melaksanakan seleksi Linmas di tiap desa sesuai kriteria, dan didapati 44 TBO yang akan membantu tugas Satpol PP.

Pihaknya juga akan melakukan kontrol. Mekanismenya, untuk TBO ini akan dibayar jika mereka bekerja, jika tidak bekerja maka tidak akan dibayar.

Adjat menuturkan, pada Satpol PP Kabupaten Serang saat ini terdapat 97 orang, 90 non PNS dan 7 orang PNS.
“Ini kurang ideal, minimal kita 150 maksimal 350 personil, kita hanya bisa rekrut dari CPNS dan kita hanya dapat 3 orang setiap penerimaan,” ungkapnya.

BACA JUGA  Kenapa Selebriti Lebih Rentan Depresi dan Bunuh Diri?

Sementara untuk kendaraan roda empat sendiri, di Satpol PP Kabupaten Serang hanya memiliki 11 kendaraan terdiri dari 5 kendaraan dinas, 2 unit Dalmas dan 4 unit mobil patroli.

“Kendaraan patroli itu ada kendaraan pengawalan, ada juga kendaraan yang buat bencana, meski tidak digunakan setiap harinya,” paparnya.

Tutup Tempat Hiburan Malam

Untuk memerangi penyakit masyarakat (Pekat), Satpol PP Kabupaten Serang juga menggelar operasi pekat dengan memanggil sejumlah pemilik lahan atau bangunan yang dijadikan Tempat Hiburan Malam (THM).

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Kepala Bidang (Kabid) Peraturan Perundang-undangan pada Satpol PP Kabupaten Serang, Arif Safiudin mengatakan, pemanggilan tersebut untuk memberikan peringatan kepada para pemilik agar menyetop kegiatan THM, dan selanjutnya untuk tidak memperpanjang kontrak lahan atau bangunannya kepada pengelola.

“Sebab, kebanyakan THM yang saat ini tidak sesuai peruntukannnya dengan IMB (izin mendirikan bangunannya), yang rata-rata IMB nya itu untuk restoran,” kata Arif.

Pemanggilan pemilik bangunan yanh dijadikan tempat hiburan malam

Sebelum dilakukan pemanggilan para pemilik lahan dan bangunan THM tersebut, Petugas Satpol PP Kabupaten Serang sudah melakukan berbagai upaya, mulai dari teguran, pembinaan, penertiban bahkan sampai penutupan paksa.

BACA JUGA  Terbaru, Bupati Serang Siapkan Beasiswa Kedokteran

“Ini sebagai salah satu bentuk upaya keseriusan Pemda Kabupaten Serang dalam menyikapi THM. Kami berharap setelah dilakukan pemanggilan para pemilik tidak memberikan perpanjangan kontrak lagi kepada pihak pengelola yang jelas tidak sesuai dengan peruntukannya,” ungkapnya.

“Jadi kita harapakan IMB untuk restoran ya restoran, ya layaknya restoran, ada jenis makanan. Itu yang kami harapkan mereka sadar diri, kegiatan mereka menyalahi aturan,” ujar Arif.

Bupati Serang Ratu Tatu Chasanah

Sampai saat ini Petugas Satpol PP Kabupaten Serang masih terus melakukan pemantauan THM yang beroperasi dengan bekerjasama dari pihak Polres Serang khususnya untuk di wilayah Serang Timur dan Barat.

Wakil Bupati Serang Pandji Tirtayasa

Selain penertiban tempat hiburan malam, Petugas Satpol PP Kabupaten Serang  juga terlibat aktif dalam menegakan aturan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat di Wilayah Kabupaten Serang.  Razia PPKM Darurat dilakukan sebagai Implementasi atas Intruksi Mendagri Nomor 15 Tahun 2021, dan Intruksi Bupati Serang Nomor 2 Tahun 2021.[Adv]

 

 

 

BACA JUGA  Bupati Serang: Pelayanan Ambulans Desa Gratis

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *