December 7, 2021

diksinews

Membuat Kata Jadi Lebih Bermakna

Ingin Naik 10%, Buruh Kabupaten Serang Mediasi dengan Bupati

3 min read

Ribuan buruh yang tergabung dengan Aliansi Serikat Pekerja Serikat Buruh (ASPSB) Kabupaten Serang melakukan aksi unjuk rasa di depan Kantor Setda Serang, tepatnya di alun alun kota serang (23/11).

Hal ini di lakukan sebagai protes keras terhadap rendahnya kenaikan upah yang hanya sebesar 1,09%.

Terlihat ribuan masa aksi memenuhi jalan protokol kawasan alun-alun Kota Serang dan para pimpinan masing-masing federasi serikat pekerja melakukan orasinya secara bergantian untuk menyampaikan semua tuntutan buruh dalam aksi kali ini.

Dalam aksi ini para buruh menolak keras atas rendahnya kenaikan upah tahun 2022 yang di nilai sangat rendah.
Massa aksi berharap Bupati Serang mendengarkan dan menanggapi apa yang menjadi tuntutan buruh, yang dimana dalam tuntutan nya buruh meminta agar kenaikan Upah Minimum Kota/Kabupaten (UMK) tidak menggunakan formula berdasarkan PP36/2021 serta menaikan Upah Minimum Kota/Kabupaten (UMK) Kabupaten Serang sebesar 10%.

Dalam orasinya isbandi anggono selaku perwakilam dari DPW FSPMI banten mengatakan, “kalau ada kepedulian pemerintah daerah terhadap warganya kaum buruh yang sama membayar pajak, maka harus diperhatikan kebutuhan hidup layak nya”. pungkasnya

Asep saipullah selaku Ketua Aliansi Serikat Pekerja Serikat Buruh (ASPSB) Kabupaten Serang menambahkan, “Aliansi Serikat Pekerja/Serikat Buruh akan tetap perjuangkan kenaikan upah sebesar 10%, dan menolak kenaikan upah yang hanya berksiar di angka 40ribu atau naik 1,09%”. tegasnya

BACA JUGA  Benarkah Uang Ternyata Memang Bisa Membeli Kebahagiaan?

Seperti yang di beritakan sebelumnya
Para buruh menyampakaikan beberapa tuntututan, diantaranya :
– Tolak Formula Kenaikan Upah Minimum Kota/Kabupaten (UMK) Kabupaten Serang berdasar PP36/2021
– Tolak SE Menaker B-M/383/HI.01.00/XI/2021
– Tetapkan UMK Kabupaten Serang Sebesar 10%.

Bupati Serang Ratu Tatu Chasanah mengusulkan Upah Minimum Kabupaten atau UMK Serang 2022 kepada Gubernur Banten, Wahidin Halim. Usulan menindaklanjuti surat Gubernur Banten Nomor: 078/2789-DTKT/2021 tertanggal 17 November, perihal rekomendasi upah minimum kabupaten/kota tahun 2022.

Sekretaris Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Serang, Diana Ardiyanthy Utami mengatakan, pada Selasa, 23 November 2021 sudah ada surat rekomendasi Bupati Serang kepada Gubernur Banten atas masukan dari Dewan Pengupahan Kabupaten Serang. Dimana dasarnya adalah sudah di jelaskan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Serang seperti yang di atur di dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 36 Tahun 2021.

“Sehingga rekomendasinya untuk Upah Minimum Kabupaten Serang tahun 2022 sebesar Rp4.215.180, tapi teman-teman buruh menginginkan kenaikan 10 persen itu pun masuk di dalam rekomendasi usulan Bupati Serang kepada Gubernur Banten,”ujar Diana melalui keterangan tertulisnya yang disiarkan Dinas Komunikasi Informatika Persandian dan Statistik (Diskominfosatik), Selasa, 23 November 2021.

BACA JUGA  Dovizioso Minat Jadi Pembalap Penguji MotoGP Musim Depan

Meski demikian, lanjut Diana, dari pihak pengusaha atau Apindo (Asosiasi Pengusaha Indonesia) memilih mengacu pada PP 36 Tahun 2021. Jadi, Bupati Serang pun merekomendasikan dua nominal UMK Serang tahun 2022 kepada Gubernur Banten.

“Nanti Gubernur Banten yang menentukan besaran UMK Tahun 2022, kalau bupati dan wali kota hanya mengusulkan,”terang Diana.

Adapun surat Bupati Serang perihal Rekomendasi Upah Minimum Kabupaten Serang Tahun 2022 bernomor:561/3279/Disnakertrans/2021 tertulis Kesatu bahwa dalam rapat BPS Kabupaten Serang sebagai lembaga resmi pemerintah dalam penyajian data telah menyampaikan hasil perhitungan UMK Serang tahun 2022 sebesar Rp4.144.638 dari perhitungan di atas maka berdasarkan surat Gubernur Banten Nomor :078/2789-DTKT/2021 tanggal 17 November 2021 perihal rekomendasi UMK tahun 2022 dalam hal nilai UMK tahun 2021 telah lebih tinggi dari batas atas upah minimum. Maka bupati/walikota wajib merekomendasikan upah minimum tahun 2022 sama dengan dengan UMK tahun 2021, sehingga Upah Minimum Kabupaten Serang sebesar Rp4.215.180.

Kedua unsur serikat pekerja/serikat buruh mengusulkan kenaikan upah untuk tahun 2022 sebesar 10 persen dari UMK 2021 (Rp421.500), sehingga UMK Serang tahun 2022 menjadi Rp4.636.500 dengan pertimbangan hasil survey yang dilakukan oleh internal serikat pekerja/serikat buruh.

BACA JUGA  Infinity Stones Kembali Miliki Peran Penting di MCU?

Ketiga unsur pengusaha mengusulkan UMK Kabupaten Serang tahun 2022 sebesar Rp4215.180 sesuai dengan berdasarkan PP 36 tahun 2021 dan berdasarkan surat Gubernur Banten Nomor: 078/2789-DTKT/2021 perihal rekomendasi upah minimum kabupaten/kota tahun 2022.

Wakil Bupati Serang Pandji Tirtayasa mengatakan, berdasarkan surat usulan Bupati Serang kepada Gubernur Banten angka yang mana yang akan di pakai oleh Gubernur Banten. Apakah angka pertama yang mengacu pada PP 36 tahun 2021, atau berdasarkan aspirasi serikat pekerja atau serikat buruh, dan aspirasi dari Apindo.

“Kalau Pemda mengeluarkan angka berdasarkan PP 36 tahun 2021 karena terikat dengan PP, tidak mungkin berseberangan. Gubernur Banten nanti yang menentukan memilih angka yang mana,” ujarnya.[]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *