March 3, 2021

diksinews

Membuat Kata Jadi Lebih Bermakna

Dongkrak PAD, Bapenda Kabupaten Serang Berikan Pelayanan Prima

3 min read

Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Serang dibawah kepemimpinan Dedy Setiadi sebagai Kepala Bapenda dan Arif Roikhan sebagai Sekretaris Bapenda terus berupaya memberikan pelayanan prima kepada wajib pajak di Kabupaten Serang.

Hal itu dilakukan dalam rangka memberikan kemudahan dan kepuasan kepada wajib pajak. Dengan begitu diharapkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) di Kabupaten Serang terus meningkat.

“Layanan prima juga diharapkan dapat meningkatkan kepatuhan wajib pajak dalam membayar pajak,” kata Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Serang Dedy Setiadi saat ditemui di kantornya baru-baru ini.

Dedy menjelaskna, tahun ini Bapenda menargetkan PAD sebesar Rp465,326 miliar yang terdiri dari pendapatan pajak daerah sebesar Rp427,635 miliar, pendapatan retribusi daerah sebesar Rp33,191 miliar, dan lain-lain PAD yang sah sebesar Rp4,5 miliar.

Untuk pendapatan dari pajak daerah pada 2020 itu ditargetkan bertambah sekitar Rp42,762 miliar atau 11,11 persen dari target pendapatan dari pajak daerah pada 2019 sebesar Rp384,872 miliar.

Pendapatan pajak daerah tahun 2020 tersebut berasal dari pendapatan pajak hotel Rp18,835 miliar (bertambah Rp8,655 miliar),  pajak restoran Rp12 miliar (bertambah Rp4 miliar), pajak hiburan Rp1,5 miliar (bertambah Rp247,194 juta), pajak reklame Rp2,5 miliar (tetap), dan pajak penerangan jalan Rp166 miliar (bertambah Rp2,960 miliar).

BACA JUGA  Wahidn Halim Perpanjang PSBB hingga 17 Februari 2021

Kemudian, pajak mineral bukan logam dan batuan (PMBLB) Rp20,5 miliar (bertambah Rp6,4 miliar), pajak parkir Rp600 juta (tetap), pajak air tanah Rp3 miliar (bertambah Rp300 juta), pajak bumi dan bangunan (PBB) Rp72,5 miliar (bertambah Rp6,550 miliar), dan bea perolehan hak atas tanah bangunan (BPHTB) Rp130,649 miliar (bertambah Rp13,649 miliar).

“Penambahan itu karena ada wajib pajak baru, kemudian terkait dengan ekonomi global yang membaik dibandingkan tahun 2019,” kata Dedy.

Untuk pendapatan dari retribusi daerah tahun 2020, yakni Rp33,191 miliar, itu berasal dari  retribusi jasa umum Rp6,108 miliar, retribusi jasa usaha Rp1,167 miliar, dan retribusi perizinan tertentu Rp25,915 miliar.

Pelayanan Online

Menurut Dedy, pelayanan prima dilakukan dengan menyediakan pelayanan secara online untuk pembayaran pajak. Hal itu dilakukan untuk memudahkan masyarakat dalam membayar pajak. Kemudian terkait wajib pajak yang tradisional, yakni wajib PBB dengan nilai Rp5 ribu atau Rp10 ribu, pihaknya melakukan pelayanan di tempat, yakni menyediakan tempat pembayaran pajak di tempat sehingga mereka berbodong-bondong membayar pajak tanpa harus bepergian jauh.

BACA JUGA  Pilkada Tangsel 2020: Tokoh Tangsel Ini Dukung Pilar Ichsan Maju Berpasangan dengan Benyamin Davnie

“Kalau harus pergi (ke kantor Bapenda) mereka malas karena pajaknya kecil,” ujarnya.

Dedy mengungkapkan, yang terpenting yang harus dilakukan adalah membangun kepatuhan wajib pajak dalam membayar pajak. Dengan begitu pendapatan pun meningkat. “Mudah-mudahan dari tahun ke tahun realisasi wajib pajaknya bisa meningkat terus,” harapnya.

Peningkatan kepatuhan wajib pajak dilakukan dengan melakukan pendekatan persuasif, yakni dengan meminta wajib pajak membayar pajak. “Tapi ketika membandel, kita lakukan tindakan seperlunya, tapi ketika masih bisa diomongin, diobrolin,” katanya.

Ia juga mengatakan untuk memberikan kesadaran kepada wajib pajak sejak dini, pihaknya pun memberikan sosialisasi pajak kepada siswa-siswi di Kabupaten Serang. Hal itu dilakukan untuk memberikan kesadaran akan pentingnya membayar pajak.

Dedy menambahkan Bapenda terus menagih tunggakan pajak dari wajib pajak. Pada 2019, dari tunggakan yang ditargetkan bisa ditagih sekitar Rp4 miliar, tercapai sekitar Rp13 miliar dari semua jenis pajak.

“Untuk tunggakan PBB yang limpahan dari pemerintah pusat itu sampai sekarang kita sedikit-sedikit memperbaiki database-nya, ada sekitar 200 ribuan wajib pajak yang aktif membayar,” ujarnya.[]

BACA JUGA  Betrand Peto ke Korea, Gayanya di Bandara Total Hampir Mencapai Rp 50 Juta

Rincian Target PAD Tahun 2020 Rp 465.326.348.000:

  • Pajak Daerah Rp 427.635.000.000
  • Retribusi Daerah Rp   33.191.349.000
  • Lain-lain PAD yang Sah Rp     4.500.000.000

Rincian Target Pajak Daerah Tahun 2020

  • Pajak Hotel Rp 18.835.775.000
  • Pajak Restoran Rp 12.000.000.000
  • Pajak Hiburan Rp    1.500.000.000
  • Pajak Reklame Rp    2.500.000.000
  • Pajak Penerangan Jalan Rp 166.000.000.000
  • PMBLB Rp    20.500.000.000
  • Pajak Parkir Rp          600.000.000
  • Pajak Air Tanah Rp       3.000.000.000
  • PBB Rp     72.500.000.000
  • BPHTB Rp  130.649.225.000

Rincian Target Retribusi Daerah Tahun 2020

  • Retribusi Jasa Umum Rp  6.108.508.000
  • Retribusi Jasa Usaha Rp  1.167.840.000
  • Retribusi Perizinan Tertentu Rp 25.915.000.000

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *