December 7, 2021

diksinews

Membuat Kata Jadi Lebih Bermakna

Bagaimana Cara Menjaga Pola Makan Tanpa Konsumsi Nasi?

2 min read

Setiap hari, proses metabolisme tubuh menghasilkan energi yang diperlukan untuk aktivitas dan berbagai fungsi tubuh. Biasanya, energi didapat dari glukosa yang bersumber dari makanan berkarbohidrat seperti nasi.

Nah, saat menjalani diet ini, Anda mungkin akan makan nasi dalam porsi yang sangat sedikit atau tidak sama sekali. Sebagai gantinya, Anda harus memenuhi karbohidrat dari makanan lain seperti sayuran tinggi karbo atau jenis karbohidrat kompleks.

Ketika asupan karbohidrat berkurang, tubuh akhirnya menggunakan lapisan lemak untuk menjalankan proses metabolisme. Hal ini dikenal dengan istilah ketosis.

Ketosis yaitu kondisi metabolisme yang bersifat sementara, di mana tubuh tidak lagi memecah glukosa dari makanan, melainkan memecah lemak di tubuh.

Proses ini mendorong organ hati untuk memecah asam lemak demi menghasilkan senyawa ketone, di antaranya betahydroxybutyrate dan acetone yang selanjutnya didistribusikan ke berbagai jaringan dan cairan tubuh.

Terdapat beberapa hal yang menyebabkan tubuh membakar lemak untuk menghasilkan energi, di antaranya berpuasa, beraktivitas fisik dengan intensitas tinggi, atau pola makan rendah karbohidrat.

BACA JUGA  Pilihan Vitamin untuk Kurangi Stres dan Perbaiki Suasana Hati

Kondisi ketosis memungkinkan tubuh mengurangi lapisan lemak lebih banyak, dalam waktu yang cenderung singkat.

Perubahan pada tubuh saat mengurangi karbohidrat

Di bawah ini beberapa perubahan saat tubuh menggunakan lemak sebagai pengganti glukosa sebagai hasil dari diet nasi yang Anda jalani.

1. Nafsu makan menurun

Hal ini terutama terjadi apabila kondisi ketosis dipicu oleh konsumsi karbohidrat yang lebih sedikit. Penurunan konsumsi sumber makanan karbohidrat dapat menimbulkan perubahan hormon pengatur rasa lapar.

Sebagai penggantinya, Anda akan lebih banyak mengonsumsi makanan sumber protein, sayuran, dan buah. Senyawa keton yang dihasilkan saat mengalami ketosis juga mempengaruhi otak dalam merespon rasa lapar.

2. Berat badan menurun

Seperti efek rendah karbohidrat pada umumnya, tubuh yang kekurangan karbohidrat akan lebih mudah mengalami penurunan berat badan karena tubuh memecah lemak.

Hal ini terjadi apabila ketosis berlangsung dalam beberapa minggu dan dapat bertahan lama ataupun sebentar, tergantung seberapa cepat tubuh berhenti menggunakan lemak sebagai bahan energi dan menyimpan cadangan makanan kembali.

BACA JUGA  Wujudkan Pemdes Transparan, DPMD Kabupaten Serang Dorong Keterbukaan Informasi Publik di Setiap Desa

3. Peningkatan konsentrasi dan tenaga

Mengurangi konsumsi karbohidrat dalam waktu yang lama mendorong tubuh untuk beradaptasi menggunakan lemak sebagai sumber energi.

Mengurangi sumber energi yang lebih mudah dipecah seperti karbohidrat akan membantu tubuh untuk mengatur sumber energi yang lebih efisien.

Saat kekurangan glukosa, otak juga mulai beradaptasi untuk menggunakan sumber energi lain seperti senyawa keton untuk mengganti karbohidrat. Mekanisme tersebut juga membantu otak bekerja lebih baik dalam berkonsentrasi dan mengingat.[]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *